Berita Terkini

Sosialisasi Pemilihan Umum Tahun 2024 Bersama Segmen Pemilih Perempuan

Tuban, kab-tuban.kpu.go.id - Sabtu pagi (16/12/3023), KPU Kabupaten Tuban bersama Segmen Pemilih Perempuan dari Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) di 20 kecamatan se-Kabupaten Tuban, Anggota Koalisi Perempuan Indonesia (KPI) Tuban, dan  Mothercare Tuban menyelenggarakan Sosialisasi Pemilu Tahun 2024.

Acara yang berlangsung di Front One King Hotel, Jalan Basuki Rachmad Nomor 123 - 125, Doromukti, Sidomulyo, Tuban dihadiri sekitar 49 peserta.

Acara dibuka oleh Anggota KPU Kabupaten Tuban yang membidangi Divisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih, Partisipasi Masyarakat, dan SDM, Zakiyatul Munawaroh yang sekaligus menjadi narasumber. 

Narasumber berikutnya berasal dari Presidium Wilayah Koalisi Perempuan Indonesia Jawa Timur, Istianah.

Perempuan yang biasa disapa Bu Istianah tersebut menyampaikan 
Sosialisasi Pemilu Tahun 2024 segmen perempuan yang diselenggarakan KPU Kabupaten Tuban di bulan Desember ini bisa dijadikan momentum untuk memperingati Hari Ibu dengan meningkatkan partisipasi perempuan di segala bidang salah satunya dalam upaya penegakan demokrasi di Indonesia.

"Saat ini menjelang tahun politik, perempuan tidak boleh resisten dengan politik, karena sebenarnya politik dapat dipahami sebagai proses pengambilan keputusan yang terjadi dimana saja dan kapan saja. Masih banyak persoalan-persoalan yang dihadapi perempuan seperti masih tingginya pernikahan anak, kekerasan seksual,  stunting, feminisasi, kemiskinan, dan pekerja migran perempuan illegal yang kesemuanya itu  membutuhkan kebijakan yang responsif gender dalam pengambilan keputusan di pemerintahan," jelasnya.

"Oleh karena itu, perempuan harus menggunakan hak politiknya dalam proses Pemilu 2024 besok dengan berpartisipasi aktif, baik sebagai Penyelenggara (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara), sebagai pemantau, membantu sosialisasi pemilu dan memberikan pendidikan politik ke komunitasnya masing-masing, atau minimal menjadi pemilih yang cermat. Pemilih yang memilih karena melihat visi misi calon yang pro perempuan dan kelompok rentan, bukan memilih karena sudah diberi uang atau barang," pungkasnya. (humas)

Bagikan:

facebook twitter whatapps

Telah dilihat 83 kali